| SMANDA OF TSUNAMI |
| Ditulis Oleh: Agus | |
| Monday, 28 July 2008 | |
Sobat mungkin kamu udah pernah dengar tentang pendeteksi tsunami karya siswa/i SMANDA. Kalo kamu belum pada tau, sumpeh!! Gak gaul banget seich!??! Banyak dari kalian mungkin udah sering baca ataupun denger kabar ini. Tapi mungkin ada juga beberapa yang masih belum tau ataupun kurang mengerti. So, simak neh ulasannya…. ..
Kita tau, klo tsunami itu terjadi krn adanya patahan, lempeng patahan auro asia to pengunungan api auro asia yg membentang dr jepang-papua nugieni., Daerah ini rawan bgt ama yg namanya tsunami.. dan klo di eropa., lempeng rawan patah berada di london-canada.. biasanya tsunami ini terjadi antara 50-100 thn.. Ohya... sobat X-Presi, Alat yang penyelesaiannya ngabisin waktu selama 2 minggu neh,dikerjain oleh tim inovasi SMANDA BKN yaitu bapak Djoko selaku pimpinan RISTEK, Pak Latief (kepsek), n Pak Syahrial (tim ahli SMANDA), 2 orang tim ahli dari luar, dan 4 orang siswa/i ahli SMANDA BKN dunk tentunya. Ide pembuatan detektor tsunami ini didapatin dari peristiwa tsunami aceh yg terjadi beberapa tahun lalu. Karna banyaknya korban akibat peristiwa itu, makanya tim inovasi SMANDA terinspirasi buat nyiptain detektor ini, supaya mewanti-wanti kalo ntar datang tsunami lagi. Alat yang pernah dipamerin pada saat pameran iptek di Dang merdu (agustus 2006) ini terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu bagian desain bentuk (miniatur), elektronika & sistem komputer, dan bagian sistem yang mengerjakan (software, untuk mendapatkan data yang sesuai). Oh ya, kamu tentunya penasaran dunk gimana alat ini bekerja. Nah begini nieh… Pertama, alat pendeteksi gempa, dibuat semacam seosmograf yang diubah dalam bentuk getaran busa sehingga mampu diaplikasikan menjadi data komputer. Dalam hal ini akan mampu mendeteksi apabila dikalibrasi (disetarakan) sama dg seosmograf. Kemudian apabila goncangannya sangat kuat, maka akan diberikan data warning pertama. Kemudian di tepi pantai dipasang alat pendeteksi surutnya air laut. Dalam hal ini apabila terjadi surutnya air laut secara mendadak, yang kurang lebih 100m dari air semula di bibir pantai, maka terjadi warning kedua. Di tengah lautan dipasang alat pendeteksi gerakan air laut, apabila terjadi gerakan yang secara tiba-tiba maka akan terjadi warning ketiga. Apabila ketiga-tiga nya warning, maka sirine di tepi pantai berbunyi, menandakan kemungkinan besar terjadi tsunami. Selama kurang lebih 20 menit diharapkan masih banyak nyawa yang dapat diselamatkan. Selain pembutannya yang gak gampang, alat ini juga ngabisin cukup banyak dana lho. Kurang lebih 30 jt, yang merupakan hasil patungan Pak Latief, Pak Joko dan sekolah. Staf ahli presiden, sangat tertarik dan mengharapkan alat ini dapat ditindaklanjuti dan dapat dimanfaatkan dalam bentuk yang sempurna. Untuk itu perlu adanya suport dana yang lebih membantu. Dan alhamdulillah, menurut Pak Latief Pemda berjanji akan mengeluarkan dana untuk lebih mematenkan si pahlawan inovatif ini. Nah… mudah-mudahan aja yach guys,, alat ini dapat dimanfaatkan. Supaya gak da lagi korban yang berserakan kalau ntar2 da tsunami lagi. Kita doa’in aja yaachh…” |
|
| Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 28 March 2009 ) |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|










